Pantai Bali sudah terkena abrasi dan intrusi. Dari empat ratus tiga puluh kilometer panjang Pantai Bali , seratus delapan puluh empat kilometer diantaranya terkena abrasi. Sementara intrusi air laut karena pemompaan air bawah tanah juga tidak kalah besarnya.
Abrasi Pantai Bali selain diakibatkan ulah manusia juga akibat pencemaran sampah yang melebihi baku mutu lingkungan. Hal ini berdampak pula pada rusaknya hutan mangrove dan terumbu karang. Badan lingkungan hidup propinsi bali mencatat hutan mangrove yang masih ada sekitar tiga ribu lima hektar ,sedangkan terumbu karang yang mengalami kerusakan sudah mencapai dua puluh koma dua persen.menurut kepala upt lab badan lingkungan hidup propinsi bali gede suarjana, upaya konservasi perlu segera dilakukan , jika tidak , bukan hanya abrasi yang makin meluas tetapi juga intrusi air laut akan lebih masuk daratan. Sekarang ini didaerah tertentu kawasan sanur air lautnya sudah masuk kedaratan bukan lagi lima puluh meter bahkan ada yang sampai lima ratus tiga puluh enam meter, sementara di kuta dan beberapa daerah lainnya di bali berkisar antara lima sampai tujuh meter.
Untuk mencegah meluasnya intrusi air laut kedaratan ini,pemerintah propinsi bali sudah menerapkan perda air bawah tanah,disamping itu perlu dibuatkan cadangan air bawah tanah dengan membuat kamuflase gundukan, lubang resapan serta konservasi lahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar